My Lil Family

Jumat, 15 Desember 2023

PEYEK LOMBOK



Adalah Bilal, muadzin yang pertama kali mengumandangkan adzan di zaman Rosululloh. 
Bilal yang ketika itu masih hidup namun suara terompahnya (sandalnya) sudah terdengar di syurga. Dan ketika nabi bertanya, senantiasa menjaga wudhu dan sholat 2 rekat setelahnya adalah amalah yang selalu didawamkannya. 

Peyek lombok, adalah menu yang beberapa hari ini selalu diminta oleh suami saya. Hampir tiap malam untuk menemaninya menyelesaikan pekerjaan atau sekedar membaca buku2 hukum yang melihat sampulnya saja saya sudah tidak tertarik. Peyek lombok dengan lombok yang masih segar, tidak akan pahit seperti yg dijual. Makanya membuatnya pun sak kepyakan saja sekali habis, satu takaran resep hanya untuk 10-15 buah peyek kira2.

Di malam hari yang saat saat ini hampir tiap malam hujan, mengiris satu persatu cabe adalah suatu hal yang yagitudeh. Melawan malas untuk mengadonnya dengan bumbu dan tepung beras adalah ikhtiar yg harus dilakukan dengan ikhlas. 

Menjaga wudhu dikala serangan buang angin menghantui sewaktu2 adalah upaya yg sungguh berat, ditambah sholat sunnah 2 rekaat mengiringinya sepanjang waktu. Sungguhlah butuh azzam yang sangat kuat. Benar saja, selain memang keimanan Bilal yg sungguh luar biasa, ternyata ada amalan yang terlihat kecil tapi Bilal sungguh sempurna mendawamkannya. 

Khidmat terhadap suami (selama bukan dalam kemungkaran), adalah shortcut syurga yg menggiurkan bagi wanita yang sudah disampaikan Rosul melalui hadistnya. 
“Jika seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya; niscaya akan dikatakan padanya: “Masuklah ke dalam surga dari pintu manapun yang kau mau”.
(HR. Ahmad dari Abdurrahman bin ‘Auf radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan oleh Syaikh al-Albany)

Hei ndah, apa kamu lupa janjinya syurga? Syurga lewat pintu mana saja bukan? Amal mana yang nanti kamu banggakan kelak jika menghadapNya? Kamu yakin hidupmu lama? Kamu yakin sempat bertaubat sebelum nyawamu lewat? Kamu yakin matimu masuk syurga? Kamu tau kan, syurga itu ga serta merta bisa didapat hanya dengan berleha – leha. Di dunia, dengan tubuh yang sehat nafsu makan meningkat, makan dengan nasi hangat telor dadar sambel bawang saja sudahlah sangat nikmat, apalagi di syurga yang semua kenikmatan ada, yang digambarkan sempurna lewat hadist dan Al Quran kita. Syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, bukankah tidak eman banget kalau kita tidak bisa nyempil di dalamnya? Sebanyak itukah dosamu, sampai tertutup nafsu hatimu tidak mau mengupayakan akhiratmu?

Yok semangat cari wasilahnya, peyek lombok hanya sebagian kecilnya. Dirawat terus ikhlasnya ya!
Sampai suami ridho atas segala bakti kita, sampai Allah ridho atas ridho suami kita. 

Yooook, ngiris Lombok!

0 komentar:

Posting Komentar