وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا
قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (Q.s. Al Furqon : 74)
Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (Q.s. Al Furqon : 74)
Saya dan suami sudah menikah hampir 8 tahun, ga
nyangka aja ternyata hidup bareng dengan orang yang sama selama 8 tahun dan
(insyaallah selamanya) akan semengasyikkan ini. Meskipun ga enak2 banget sih,
tapi dibikin enak aja lah, dibikin asyik. Karena Allah akan menambah nikmat
hamba yang bersyukur..aamiin.
Back to ayat di atas, ayat tersebut seringkali
saya baca sebagai salah satu doa sehabis sholat..dan baru ngeh ketika ketemu
akun instagram yang ngulas isi doa tersebut dari segi bahasanya. Saya highlight
ya..” anugrahkanlah kepada kami
pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)”, yess
Qurrota Ayyun artinya itu penyejuk
pandangan, kerasa ga sih kalo pas lagi sebel sama seseorang baru lihat
wajahnya aja kok males, asa pengen menghindar gitu malas ketemu..tapi Allah
nyuruh kita agar kita jadi penyejuk pandangan, yang dipandang saja udah sejuk
gitu, gimana berinteraksi. Dan menurut bahasa arab “qurrota” itu satu akar kata
dengan “qarar”, di surat Al Mukminun ayat 13, fii qororimmakin yang artinya
tempat menetap yang kokoh, gak berpindah-pindah. Jadi bisa diartikan, kita
sebagai pasangan harus saling setia, menetap pada satu hati aja gitu gak
kemana-mana, cukup sama dia aja, iya dia..:)
Doa tersebut bisa saya terjemahkan dengan
segala kebodohan saya, Ya Allah anugerahkan kepada kami pasangan
yang menjadi penyejuk hati kami ya Allah, Ya Allah jadikanlah dia satu-satunya teman
hidup selamanya, Ya Allah mampukan kami menjadi penyejuk untuk pasangan kami,
Ya Allah mampukan kami untuk selalu setia dengan pasangan kami, Ya Allah karena
kami bukan hanya ingin bersama di dunia tapi sampai syurgamu juga…Aamiin.
Ah,
jadi kangen suami…
Suami saya ga sempurna, karena saya juga jauuuh
dari sempurna. Seperti kebanyakan rumah tangga, beda pendapat itu biasaaaaa
bianget.Tapi balik lagi, namanya manusia ya…(alesan). Saya itu mungkin salah
satu yang merasa belum menjadi penyejuk pandangan bagi suami, sering banget
nyebelin di hadapan suami. Sering banget masih marah-marah ga jelas gitu,
padahal sendirinya yang salah. Tiap kali marah, yang diinget itu buruknya suami
sejembreng ada di depan mata lalu kebaikannya yang segunung uhud tiba2 bubar
ketiup angin…Ya Allah, ampuni aku. Di akun instagram mba @okinaf itu pernah
bilang, coba buibu kalau marah itu pakai data. Masak iya, suami kita ga ada
baiknya. Iya juga sih, buanyaaaak banget kebaikan suami yang tiba-tiba luput
waktu setan menguasai kita, cling lenyap aja gitu. Entah yang bangun tidur baru
sadar cucian semalam belum dijemur, eh tapi ternyata sudah rapi nangkring di
jemuran. Entah yang selalu nyimpen kunci motor, karena istrinya pasti teledor
naruh kunci waktu masuk rumah. Entah yang, tetiba motor sudah terisi bensin
full tank ketika si istri malas banget mampir ke pom bensin antri bensin, entah
yang minta tolong cleaning servise di kantor nyuciin motor ketika motor
istrinya butut ga ketulungan dan buanyak lagi dan itu semua ga bilang tiba-tiba
aja semua masalah terselesaikan. MasyaAllah, asa malu dirikutuh…Semoga Allah membimbingku
menjadi penyejuk pandangan bagi suamiku. Aamiin
0 komentar:
Posting Komentar