My Lil Family

Rabu, 12 Februari 2020

Penyejuk Hati

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa (Q.s. Al Furqon : 74)
Saya dan suami sudah menikah hampir 8 tahun, ga nyangka aja ternyata hidup bareng dengan orang yang sama selama 8 tahun dan (insyaallah selamanya) akan semengasyikkan ini. Meskipun ga enak2 banget sih, tapi dibikin enak aja lah, dibikin asyik. Karena Allah akan menambah nikmat hamba yang bersyukur..aamiin.


Back to ayat di atas, ayat tersebut seringkali saya baca sebagai salah satu doa sehabis sholat..dan baru ngeh ketika ketemu akun instagram yang ngulas isi doa tersebut dari segi bahasanya. Saya highlight ya..” anugrahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami)”, yess Qurrota Ayyun artinya itu penyejuk pandangan, kerasa ga sih kalo pas lagi sebel sama seseorang baru lihat wajahnya aja kok males, asa pengen menghindar gitu malas ketemu..tapi Allah nyuruh kita agar kita jadi penyejuk pandangan, yang dipandang saja udah sejuk gitu, gimana berinteraksi. Dan menurut bahasa arab “qurrota” itu satu akar kata dengan “qarar”, di surat Al Mukminun ayat 13, fii qororimmakin yang artinya tempat menetap yang kokoh, gak berpindah-pindah. Jadi bisa diartikan, kita sebagai pasangan harus saling setia, menetap pada satu hati aja gitu gak kemana-mana, cukup sama dia aja, iya dia..:)

Doa tersebut bisa saya terjemahkan dengan segala kebodohan saya, Ya Allah anugerahkan kepada kami pasangan yang menjadi penyejuk hati kami ya Allah, Ya Allah jadikanlah dia satu-satunya teman hidup selamanya, Ya Allah mampukan kami menjadi penyejuk untuk pasangan kami, Ya Allah mampukan kami untuk selalu setia dengan pasangan kami, Ya Allah karena kami bukan hanya ingin bersama di dunia tapi sampai syurgamu juga…Aamiin.

Ah, jadi kangen suami…


Suami saya ga sempurna, karena saya juga jauuuh dari sempurna. Seperti kebanyakan rumah tangga, beda pendapat itu biasaaaaa bianget.Tapi balik lagi, namanya manusia ya…(alesan). Saya itu mungkin salah satu yang merasa belum menjadi penyejuk pandangan bagi suami, sering banget nyebelin di hadapan suami. Sering banget masih marah-marah ga jelas gitu, padahal sendirinya yang salah. Tiap kali marah, yang diinget itu buruknya suami sejembreng ada di depan mata lalu kebaikannya yang segunung uhud tiba2 bubar ketiup angin…Ya Allah, ampuni aku. Di akun instagram mba @okinaf itu pernah bilang, coba buibu kalau marah itu pakai data. Masak iya, suami kita ga ada baiknya. Iya juga sih, buanyaaaak banget kebaikan suami yang tiba-tiba luput waktu setan menguasai kita, cling lenyap aja gitu. Entah yang bangun tidur baru sadar cucian semalam belum dijemur, eh tapi ternyata sudah rapi nangkring di jemuran. Entah yang selalu nyimpen kunci motor, karena istrinya pasti teledor naruh kunci waktu masuk rumah. Entah yang, tetiba motor sudah terisi bensin full tank ketika si istri malas banget mampir ke pom bensin antri bensin, entah yang minta tolong cleaning servise di kantor nyuciin motor ketika motor istrinya butut ga ketulungan dan buanyak lagi dan itu semua ga bilang tiba-tiba aja semua masalah terselesaikan. MasyaAllah, asa malu dirikutuh…Semoga Allah membimbingku menjadi penyejuk pandangan bagi suamiku. Aamiin

0 komentar:

Posting Komentar