My Lil Family

Selasa, 19 Januari 2016

(BUKAN) KEBOBOLAN


Eh, kamu hamil lagi ya??
Anak pertama udah berapa tahun??masih kecil kan, kasian banget udah punya adik..nanti kasih sayangnya kurang lo..
Pakai KB apa, kok bisa kebobolan gitu??

Sering banget dapet pertanyaan-pertanyaan konyol gini waktu awal awal kehamilan dulu, ada aja temen atau siapalah yang kebetulan ketemu di jalan kemudian tanpa basa basi nanya udah kayak senapan aja. Tanpa berfikir bagaimana dan apa dampak pertanyaan bagi yang ditanya.Menurut saya, pertanyaan tersebut termasuk dalam kategori pertanyaan sensitif setelah, normal apa secar? ASI atau sufor? WM atau SAHM?



Biasanya kalo lagi insyaf, saya menjawab dengan anteng sambil bilang. Alhamdulilah ini kami rencanakan kok, saya pakai IUD dan dengan kesadaran penuh lepas IUD ,bulan depannya hamil. Ayyub sudah 2 tahun, masih ASI saja sampai sekarang dan sedang proses penyapihan. Kalau sudah gitu, biasanya yang nanya trus diam dan ngeloyor pergi. Tapi, kadang gedeg juga kan ya, entah sengaja atau gak ada orang nanyanya kenceng bener depan orang-orang, kalo udah gitu biasanya saya akan jawab, " Eh, kamu tahu si anu dia udah 5 tahun ga KB belum punya anak juga, kalo saya kebetulan lepas dan --jadi-- alhamdulilah kan ya, berarti bukan KB kan namanya yang menjadikan dan menggagalkan " hahaha...

Nah, itu kebetulan yang di tanya saya ya, yang memang merencanakan hamil ketika anak saya 2 tahun, ketika hak ASI nya sudah terpenuhi. Iya, sesimpel itu dulu alasan saya. Bukan karena alasan orang-orang yang ketika menyapa saya dan tau hamil, sambil bilang " Iya, sekalian repotnya ya kalau dua dua nya kecil semua "..saya hanya bisa mesem saja. Ah, saya kok takut bilang saya direpotkan dengan hadirnya anak saya, ketika saya lah yang berdoa meminta kehadiran-kehadiran mereka. Saya takut bilang anak saya merepotkan, ketika celoteh anak saya lebih saya tunggu daripada diskonan minyak goreng, saya takut pegal dan lelah ini implikasi dari repot mengurus anak saya, ketika saya lebih memilih anak saya memporak porandakan rumah daripada hanya diam tak bisa polah ketika sakit membuatnya lemah.

Ada sebuah cerita dari seorang teman, yang merasa depresi karena jarak kehamilan yang terlalu dekat tanpa dia rencanakan. Dia ingin menggugurkan kandungan dalam rahimnya karena merasa belum mampu, karena merasa ini terlalu cepat, karena merasa malu kerjaannya hamil melulu. Semua ini tidak lain dan tidak bukan karena pertanyaan pertanyaan konyol yang secara sengaja maupun tidak sengaja terlontar dari mulut manis beberapa oknum buibu.

Segitu dahsyatnya efek sekerat daging benama lidah tersebut kan yess. Memang ada yang salahkah dengan kehamilan? Ini halal lo setelah pernikahan. Begini ya buibu, ini sekaligus nasehat buat saya sendiri yang sering mulutnya susah banget di rem cakram, yang terkadang masih sering tersulut ikut nyinyir komentar sesama pere. Anak itu sebenar benarnya memang hak prerogatif Allah sepenuhnya, Allah sendiri lo yang bilang di Q.S Surat Asy-Syura 49-50 :

Ayat 49 :  
Milik Allah-lah kerajaan langit dan bumi; Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, memberikan anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki, dan memberikan anak laki-laki kepada siapa yang Dia kehendaki,
Ayat 50. :
Atau Dia menganugerahkan jenis laki-laki dan perempuan, Dan menjadikan mandul siapa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa
Lantas.. aku terduduk lemas. Aku bersujud dalam tangisku. Betapa tidak aku telah sombong selalu meminta anak yang diartikan seperti meminta hakku. Padahal Allah sudah menjelaskan dengan gamblang, DIA berhak atas keturunan kepada hamba-Nya, Dia berhak atas anak laki-laki, anak perempuan atau keduanya diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau menjadikan mandul kepada siapa yang Dia kehendaki.
Nah, jadi jelas kan. KB sedahsyat apapun kalo Allah belum ridho tetep ga akan hamil, ataupun gak KB sekalipun kalau Allah bilang belum waktunya ya gak akan hamil banyak kan contohnya. Intinya, ini bukan soal kebobolan ataupun kecolongan, tapi ini tentang ridho Allah, ini tentang Ijin Allah, percayalah  Allah pasti tahu yang terbaik. Ketika kadang sisi manuasiawi saya mulai ragu dengan kemampuan saya nanti menghadapi 2 bocah, saya dibuai oleh hadist ini : “Ada tujuh mati syahid selain mati dalam peperangan membela agama: orang yang mati karena terserang wabah tha’un (kolera), orang yang mati karena tenggelam, orang yang mati karena sakit pinggang, orang yang mati karena sakit perut, orang yang mati terbakar, orang yang mati karena tertimpa reruntuhan dan wanita yang mati karena kehamilan dan persalinan”.(HR. Abu Dawud).  Ah, saya merasa strech mark ini adalah stempel terindah dari Allah sepanjang hidup saya .









2 komentar:

Eko Eshape mengatakan...

Potonya mana mbak ?
Salam dari keluarga Jogja :-)

Adinda Indah mengatakan...

senang sekali ada tamu dr jogja, iseng2 nulis ga jelas ni mas eko...kagum sama "rumah" njenengan yg penuh cerita dan inspirasi...hebaaat. salam balik dr mas didik dan ayyub :)

Posting Komentar