My Lil Family

Sabtu, 21 November 2015

NGIDAM



Memasuki bulan ketiga kehamilan, entahlah ini ngidam atau apa...Perasaan dulu waktu hamil, ga pernah ngerasain ngidam atau apalah namanya. Mual, muntah atau apapun juga tidak cuman nafsu makan saja yang meningkat drastis..Kalau hamil yang kedua ini, saya merasa lebih sensitif. Dikit-dikit baper, kena omongan dikit nangis, liat soraya abdullah dibully gegara gosip nikahnya, trus ikutan mikir juga, ikut mikir itu gimana sih kok bisa gitu, kesian banget sih blablabla. Walaupun sama tetep ga pakai mual muntah, morning sick atau syndrome apapun di awal kehamilan. Nafsu awal meningkat 200%, kalau ada yang ngomongin soal makanan secepat kilat otak merespon dengan menginginkan yang seperti itu juga.


Puncaknya ketika kemarin terjadi drama di kantor, saya yang sedang ngidam nasi jagung dengan sambal terasi komplit dengan urap dan bothok udang dan lamtoro...terus-terusan di php in sama teman yang ogah-ogahan diajak, teman-teman lainnya udah pada makan, suami tercinta sedang dinas luar kota..sedangkan nafsu ngidam saya, yang sedari pagi tak tertahankan belum terlampiaskan...huhuhu, sampai pada tragedi saya yang nangis bombay boooo’ iya di depan teman-teman kantor saya, memalukan sekalii. Entahlah kenapa saya bisa semellow itu..nangis gegara kerjaan ga selesai-selesai dan saya ga bisa berburu nasi jagung. Ah sudahlah, lupakaan...

 
source
Trimester awal menurut orang-orang adalah trimester paling berat, karena pada trimester pertama itulah tubuh wanita mulai mengalami perubahan hormon-hormon yang jelas sangat berbeda dengan kondisi ketika tidak hamil. Di kehamilan kedua ini jelas sekali saya rasakan perubahan yang saya rasakan, baik itu fisik maupun psikis..Perubahan fisik yang saya rasakan adalah saya cenderung merasa gampang lelah, capek dan mengantuk. Sedangkan dari segi psikis, saya cenderung merasa moody, iya mood swing lebih tepatnya. Segala rasa yang berkecamuk di dada #apasih tak tentu arahnya, sebentar sebentar bisa ketawa ngakak sama suami lah kesenggol dikit doang mewekk, ini apa coba #mintadigetok #sabaryasuami.

Kembali lagi ngomongin soal ngidam, secara umum itu biasa terjadi pada saat trimester awal kehamilan. Tapi tidak menutup kemugkinan ada beberapa wanita yang mengalami ngidam sepanjang kehamilan.

Jadi baiklah, mari kita coba uraikan sebenarnya ngidam itu apa sih??

Ngidam bisa diartikan keinginan untuk mengkonsumsi jenis makanan tertentu atau melakukan suatu kegiatan tertentu. Ternyata sampai sekarang penyebab ngidam belum bisa diketahui dengan pasti. Sebagian ada yang berpendapat akibat tubuh wanita hamil membutuhkan beberapa zat gizi tertentu, terutama yang terdapat dalam makanan yang diidamkannya itu. Namun, pendapat ini belum bisa dibuktikan.
Yang lebih masuk akal adalah akibat aktifnya hormon-hormon selama kehamilan, antara lain meningkatnya kadar progesteron. Naiknya kadar hormon ini berpengaruh pada fungsi dan metabolisme tubuh, salah satunya pada organ pencernaan dan produksi air liur. Entahlah mana yang benar, tapi sependek pengetahuan saya. Ngidam ini memang tidak ada dalam dunia kedokteran, namun kedokteran pun tidak menafikkan adannya ngidam, nah lo bingung kan...

Lalu bagaimana ceritanya kalo ngidam makanan bubur sumusum saat jam 12 malem, pengen suaminya lari-lari muter stadion seratus kali,  gimana tuh??
Wajar gak sih? Ngomongin wajar gak wajar, tergantung darimana kita melihatnya. Ya kalo suaminya hayuk wae, ya ga masalah. Yang jadi masalah itu kalo suaminya keberatan, bahkan merasa berat hati untuk memenuhinya. Mungkin ini adalah semacam alibi ngidam oleh para sebagian ibu, yang sedang mencari perhatian si suami. Akan ada perasaan bahagia ketika suami dengan suka rela menuruti keinginannya, dengan halangan dan rintangan melebihi perjalanan ke barat Sun Go Kong mencari kitab suci. Nah itu sebenarnya yang di cari wanita hamil, perasaan nyaman dan bahagia. Percayalah wahai suami, hamil adalah kondisi dimana mulai dari fisik dan psikis bumil berbeda dari jaman sebelum hamil, hamil adalah kondisi dimana sitri merasa sudah tidak menarik lagi karena perubahan kulit, berat badan dan lain lain yang menyebabkan semacam perasaan takut suami jadi kurang perhatian. Nah, disitulah biasanya ngidam menjadi alasan ataupun semacam virus yang sudah jadi mind set kebanyakan orang ketika hamil itu berkorelasi dengan ngidam untuk mencari perhatian suami, atau sekedar mengukur kadar perhatian suami ataupun memang naluri keinginan si jabang bayi. Menjaga perasaan, membuat nyaman dan bahagia niscaya adalah terapi efektif agar bumil tetap bahagia menjalani kehamilannya yang berimpact pada tidak akan ngidam yang aneh-aneh tersebut.That’s it.




2 komentar:

Novy Sunarto mengatakan...

Selamat Endah, Ayyub dah mau punya adik. Selamat menikmati hari-hari ngidam (padahal mbah Novy gak pernah ngidam). :) Siip nulis terus ya untuk menyalurkan rasa ngidam.

Adinda Indah mengatakan...

andai ngidamnya menulis ya bulek :D

Posting Komentar