Memasuki
bulan ketiga kehamilan, entahlah ini ngidam atau apa...Perasaan dulu waktu
hamil, ga pernah ngerasain ngidam atau apalah namanya. Mual, muntah atau apapun
juga tidak cuman nafsu makan saja yang meningkat drastis..Kalau hamil yang
kedua ini, saya merasa lebih sensitif. Dikit-dikit baper, kena omongan dikit
nangis, liat soraya abdullah dibully gegara gosip nikahnya, trus ikutan mikir
juga, ikut mikir itu gimana sih kok bisa gitu, kesian banget sih blablabla.
Walaupun sama tetep ga pakai mual muntah, morning sick atau syndrome apapun di
awal kehamilan. Nafsu awal meningkat 200%, kalau ada yang ngomongin soal
makanan secepat kilat otak merespon dengan menginginkan yang seperti itu juga.
Puncaknya
ketika kemarin terjadi drama di kantor, saya yang sedang ngidam nasi jagung
dengan sambal terasi komplit dengan urap dan bothok udang dan lamtoro...terus-terusan
di php in sama teman yang ogah-ogahan diajak, teman-teman lainnya udah pada
makan, suami tercinta sedang dinas luar kota..sedangkan nafsu ngidam saya, yang
sedari pagi tak tertahankan belum terlampiaskan...huhuhu, sampai pada tragedi saya
yang nangis bombay boooo’ iya di depan teman-teman kantor saya, memalukan
sekalii. Entahlah kenapa saya bisa semellow itu..nangis gegara kerjaan ga
selesai-selesai dan saya ga bisa berburu nasi jagung. Ah sudahlah, lupakaan...
Trimester
awal menurut orang-orang adalah trimester paling berat, karena pada trimester
pertama itulah tubuh wanita mulai mengalami perubahan hormon-hormon yang jelas
sangat berbeda dengan kondisi ketika tidak hamil. Di kehamilan kedua ini jelas
sekali saya rasakan perubahan yang saya rasakan, baik itu fisik maupun
psikis..Perubahan fisik yang saya rasakan adalah saya cenderung merasa gampang
lelah, capek dan mengantuk. Sedangkan dari segi psikis, saya cenderung merasa
moody, iya mood swing lebih tepatnya. Segala rasa yang berkecamuk di dada #apasih
tak tentu arahnya, sebentar sebentar bisa ketawa ngakak sama suami lah
kesenggol dikit doang mewekk, ini apa coba #mintadigetok #sabaryasuami.
Kembali
lagi ngomongin soal ngidam, secara umum itu biasa terjadi pada saat trimester
awal kehamilan. Tapi tidak menutup kemugkinan ada beberapa wanita yang
mengalami ngidam sepanjang kehamilan.
Jadi
baiklah, mari kita coba uraikan sebenarnya ngidam itu apa sih??
Ngidam
bisa diartikan keinginan untuk mengkonsumsi jenis makanan tertentu atau
melakukan suatu kegiatan tertentu. Ternyata sampai sekarang penyebab ngidam
belum bisa diketahui dengan pasti. Sebagian ada yang berpendapat akibat tubuh
wanita hamil membutuhkan beberapa zat gizi tertentu, terutama yang terdapat
dalam makanan yang diidamkannya itu. Namun, pendapat ini belum bisa dibuktikan.
Yang lebih masuk akal adalah akibat aktifnya hormon-hormon selama kehamilan, antara lain meningkatnya kadar progesteron. Naiknya kadar hormon ini berpengaruh pada fungsi dan metabolisme tubuh, salah satunya pada organ pencernaan dan produksi air liur. Entahlah mana yang benar, tapi sependek pengetahuan saya. Ngidam ini memang tidak ada dalam dunia kedokteran, namun kedokteran pun tidak menafikkan adannya ngidam, nah lo bingung kan...
Yang lebih masuk akal adalah akibat aktifnya hormon-hormon selama kehamilan, antara lain meningkatnya kadar progesteron. Naiknya kadar hormon ini berpengaruh pada fungsi dan metabolisme tubuh, salah satunya pada organ pencernaan dan produksi air liur. Entahlah mana yang benar, tapi sependek pengetahuan saya. Ngidam ini memang tidak ada dalam dunia kedokteran, namun kedokteran pun tidak menafikkan adannya ngidam, nah lo bingung kan...
Lalu
bagaimana ceritanya kalo ngidam makanan bubur sumusum saat jam 12 malem, pengen
suaminya lari-lari muter stadion seratus kali, gimana tuh??
Wajar
gak sih? Ngomongin wajar gak wajar, tergantung darimana kita melihatnya. Ya
kalo suaminya hayuk wae, ya ga masalah. Yang jadi masalah itu kalo suaminya
keberatan, bahkan merasa berat hati untuk memenuhinya. Mungkin ini adalah
semacam alibi ngidam oleh para sebagian ibu, yang sedang mencari perhatian si
suami. Akan ada perasaan bahagia ketika suami dengan suka rela menuruti
keinginannya, dengan halangan dan rintangan melebihi perjalanan ke barat Sun Go
Kong mencari kitab suci. Nah itu sebenarnya yang di cari wanita hamil, perasaan
nyaman dan bahagia. Percayalah wahai suami, hamil adalah kondisi dimana mulai
dari fisik dan psikis bumil berbeda dari jaman sebelum hamil, hamil adalah
kondisi dimana sitri merasa sudah tidak menarik lagi karena perubahan kulit,
berat badan dan lain lain yang menyebabkan semacam perasaan takut suami jadi
kurang perhatian. Nah, disitulah biasanya ngidam menjadi alasan ataupun semacam
virus yang sudah jadi mind set kebanyakan orang ketika hamil itu berkorelasi
dengan ngidam untuk mencari perhatian suami, atau sekedar mengukur kadar
perhatian suami ataupun memang naluri keinginan si jabang bayi. Menjaga
perasaan, membuat nyaman dan bahagia niscaya adalah terapi efektif agar bumil
tetap bahagia menjalani kehamilannya yang berimpact pada tidak akan ngidam yang
aneh-aneh tersebut.That’s it.

2 komentar:
Selamat Endah, Ayyub dah mau punya adik. Selamat menikmati hari-hari ngidam (padahal mbah Novy gak pernah ngidam). :) Siip nulis terus ya untuk menyalurkan rasa ngidam.
andai ngidamnya menulis ya bulek :D
Posting Komentar